Tag

, ,

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas tentang dualisme antara meditasi dan dzikir yang keduanya merupakan kosa kata asing bagi masyarakat Indonesia, jawa khususnya, saya merujuk pada pengamal tarekat nusantara yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga seorang mistikus Islam, sufi. kitab rujukannya adalah kitab Ihya’ Ulum al Din yang di tulis oleh Imam al-Ghazali. Meditasi atau semadi merupakan salah satu cara dalam tarekatnya Sunan Kalijaga, kosakata ini sangat populer di kalangan Islam jawa karena sebelum masuknya Islam di nusantara.

meditasi atau semadi merupakan sebuah media untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta Semesta Alam. Dalam bahasa jawa kuno kata yang bisa disepadankan dengan meditasi ialah kata ‘manekung’ (asalnya, tekung ) yang artinya tunduk. Namun yang dikenal dalam bahasa Indonesia ialah zikir, meditasi, dan kontemplasi.

Kemudian zikir asal kata dzikir dari bahasa Arab, yang artinya ingatan, sesuatu yang di ingat. dalam bahasa Inggris, kata dzikir bisa diterjemahkan menjadi recollection, rembrance, citation, atau invocation of God (memanggil Tuhan), mention of the Lord’s name (menyebut nama Tuhan). Dan pada khazanah sufisme berarti repetition atau menyebut Tuhan secara berulang-ulang dan terus menerus, biasanya pujian kepada Tuhan.  pada intinya zikir adalah formula untuk mengingat Tuhan. Jika ditelusuri dari akar katanya, zikir berasal dari kata dza – ka – ra yang artinya mengingat, memerhatikan, mengisi, atau menuangi. Nah dari kata ‘menuangi’ inilah orang lelaki dalam bahasa Arabnya adalah dzakar. Dan dalam praktiknya zikir berupa aktivitas menuangi pikiran dan hati dengan nama atau pujian terhadap Tuhan. atau menuangkan asma atau nama Tuhan ke dalam hati dan pikiran sehingga tak ada nama lain dalam hati dan pikiran selain nama Tuhan.

Lalu, apa yang disebut meditasi? Kata meditasi berasal dari bahasa latin meditari  yang artinya merenungkan atau meresapkan. Kata ini juga bermakna pikiran yang amat dalam. Dalam pengertian ini meditasi disamakan dengan kontemplasi. Atau, dalam meditasi terkandung kontemplasi. Pada akhirnya makna medtasi maupun zikir semakin berkembang dan sulit untuk didefinisikan. Namun ada benang merah yang bisa ditarik dari meditasi atau zikir, yaitu tujuannya untuk mencapai kesadaran, untuk mencapai objek spiritual, untuk menjadi manusia tercerahkan, dan dalam praktik kehidupan nyata untuk menjadi manusia yang penuh kearifan.